Pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai sekitar 20 juta pengguna. Namun, jumlah tersebut bila dihitung dari seluruh jumlah penduduk, baru terhitung 9% dari total jumlah penduduk Indonesia. Kenaikan jumlah pengguna internet juga berpotensi meningkat lebih tinggi jika didukung dengan penetrasi kepemilikan komputer di Indonesia. Saat ini penambahan pemilikan komputer diketahui bertambah 3 juta unit pertahunnya (sumber: detik.com).
Sumatra Barat adalah provinsi yang memiliki populasi sekitar 5 juta jiwa. Dari sekitar 5 juta jiwa tersebut, yang memiliki minat baca hanya 900.000. Dari 900.000 jiwa ini yang membaca dan membeli media cetak hanya sekitar 4,9% (sumber: padangekspres.co.id), khusus untuk media cetak. Nah, berapa kira – kira pembaca media online internet?
Bicara tentang pengguna internet di Sumatra Barat, sampai saat sekarang belum ada data pasti atau survey – survey dari lembaga tertentu tentang hal ini, dan diperkirakan pengguna internet di Sumatra Barat tak berbeda jauh dengan Provinsi lainnya di Indonesia. Bagaimana dengan pembaca media online? sampai sekarang pun belum ada data pasti.
Saat sekarang, di Indonesia telah memiliki beberapa media online (lebih dikenal dengan sebutan portal media) yang cukup sukses dan eksis dalam berbisnis media di internet, seperti detik.com, kompas.com, dan pendatang baru inilah.com dan media online lainnya.
Dari beberapa nama yang disebutkan, detik.com adalah satu media online tersukses di Indonesia, dilihat dari list harga iklannya… luar biasa. Rata – rata pengguna internet pasti tahu detik.com yang telah menjadi referensi mereka dalam setiap mencari informasi terbaru di internet dan telah mengklaim dirinya sebagai media online dengan visitors (pengunjung) sekitar 6 juta perhari… luar biasa.
Tapi “anehnya” Sumatra Barat yang jarang dilirik investor, maupun pelaku bisnis lainnya justru memiliki media online cukup banyak, melebihi daerah lainnya di Indonesia, termasuk kota besar lainnya. Sejumlah nama portal media lokal di Sumatra Barat mencuat ke permukaan, seperti antarasumbar.com, padang-today.com, padangmedia.com, padangkini.com, minangkita.com dan lain sebagainya. Bagaimana prospek investasi dari media online di Sumbar, berapa cost (biaya) untuk membuat portal media, bagaimana manajemen sebuah perusahaan portal media dan apa kiat – kiat / trik dalam memasarkan iklannya…
Dari data pengguna internet, khususnya pembaca media online, prospek investasi untuk bisnis ini cukup meragukan di Sumatra Barat karena belum ada data pasti tentang pengguna internet khususnya pembaca media online. Dari segi cost (biaya) yang dikeluarkan tentu bisnis ini juga memperhitungkan berapa gaji karyawan, biaya operasional, biaya internet, dan tetek bengek lainnya. Menyangkut manajemen perusahaan, bagaimana membuat sebuah aturan baku pengelolaan karyawan dan pengaturan liputan dan sebagainya.
Dilihat dari segi pemasang iklan, Sumatra Barat cukup “kering” pelaku bisnis. Jangankan yang online, yang gak online saja sudah cukup sulit dipasarkan (iklan koran, iklan TV, iklan radio dll). Saya cukup heran dengan portal media yang ada di Sumatra Barat ini. Bagaimana mereka mencari pendapatan dari bisnis media online ini. Atau mungkin saya yang tidak mengetahui trik – trik mereka dalam berbisnis media online ini? entahlah…
Tapi dari hal ini mungkin kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa Sumatra Barat telah lebih maju dibanding daerah lainnya dalam mengembangkan informasi berbasis teknologi (TI). Memang sangat diakui sekali, perubahan era informasi dimasa yang akan datang memang akan lebih mengarah ke informasi berbasis teknologi, dan tak diragukan lagi nantinya, apabila informasi berbasis teknologi informasi ini “BOOMING” dimasa yang akan datang, tentu pelaku bisnis media online di Sumatra Barat ini akan menikmati ke – eksisan mereka.
Dan cukup bersyukurlah para perantau yang memang dari media online ini sangat diuntungkan dalam mengetahui informasi mengenai kampung halaman mereka, karena masyarakat Sumatra Barat sebagian memang pada umumnya merantau dan tersebar di dalam ataupun luar negri.