Just Simple!
dalam berpikir, berkarya, berkreativitas, dan berbuat…

Nov
16

Padang, (ANTARA) – Hujan badai yang melanda Kota Padang Senin dinihari (17/11) mengakibatkan beberapa rumah penduduk di Kel. Alang Lawas Koto, Kec. Padang Selatan mengalami rusak berat. Kondisi ini diperparah dengan padamnya listrik hingga menimbulkan kepanikan warga setempat. 

Dari pantauan dilokasi Kel. Alang Lawas yang kebetulan bersebelahan dengan Kel. Kampung Nias, hujan lebat disertai angin kencang mulai sekitar pukul 00.15 WIB menyusul hujan badai beberapa saat kemudian. Badai yang “mengganas” hanya sesaat menumbangkan sebuah pohon besar dan menimpa rumah penduduk, sehingga mengakibatkan beberapa rumah mengalami rusak berat di bagian atap akibat tertimpa pohon yang tumbang. 

“Atok rumah wak ancua, bini jo anak tapaso wak pindahan karumah sabalah nan lai agak aman (Atap rumah saya hancur, istri dan anak terpaksa saya pindahkan ke rumah sebelah yang agak aman-Red)” ujar Buyung (36), salah seorang warga Kel. Alang Lawas Koto. 

Kondisi atap yang rusak mengakibatkan isi rumah terkena hujan sehingga membasahi alat – alat elektronik dan dikhawatirkan menimbulkan konsleting arus listrik. 

Dealer dan bengkel Suzuki Cab. Kampung Nias juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Hampir setengah atapnya rusak karena badai. Disekitar jalan di depan dealer tersebut juga terdapat beberapa pohon besar yang dikhawatirkan bisa tumbang terkena badai. 

Sampai berita ini diturunkan badai sudah reda, namun hujan makin deras dan angin kencang masih terjadi. Belum ada laporan korban jiwa dan korban cedera akibat bencana tersebut.(fan)

Okt
06

Satu lagi website pemerintah yang kena deface…

Web Pemprov. Lampung

Web Pemprov. Lampung yang kena Deface

Sep
21

Pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai sekitar 20 juta pengguna. Namun, jumlah tersebut bila dihitung dari seluruh jumlah penduduk, baru terhitung 9% dari total jumlah penduduk Indonesia. Kenaikan jumlah pengguna internet juga berpotensi meningkat lebih tinggi jika didukung dengan penetrasi kepemilikan komputer di Indonesia. Saat ini penambahan pemilikan komputer diketahui bertambah 3 juta unit pertahunnya (sumber: detik.com).

Sumatra Barat adalah provinsi yang memiliki populasi sekitar 5 juta jiwa. Dari sekitar 5 juta jiwa tersebut, yang memiliki minat baca hanya 900.000. Dari 900.000 jiwa ini yang membaca dan membeli media cetak hanya sekitar 4,9% (sumber: padangekspres.co.id), khusus untuk media cetak. Nah, berapa kira – kira pembaca media online internet?

Bicara tentang pengguna internet di Sumatra Barat, sampai saat sekarang belum ada data pasti atau survey – survey dari lembaga tertentu tentang hal ini, dan diperkirakan pengguna internet di Sumatra Barat tak berbeda jauh dengan Provinsi lainnya di Indonesia. Bagaimana dengan pembaca media online? sampai sekarang pun belum ada data pasti.

Saat sekarang, di Indonesia telah memiliki beberapa media online (lebih dikenal dengan sebutan portal media) yang cukup sukses dan eksis dalam berbisnis media di internet, seperti detik.com, kompas.com, dan pendatang baru inilah.com dan media online lainnya.

Dari beberapa nama yang disebutkan, detik.com adalah satu media online tersukses di Indonesia, dilihat dari list harga iklannya… luar biasa. Rata – rata pengguna internet pasti tahu detik.com yang telah menjadi referensi mereka dalam setiap mencari informasi terbaru di internet dan telah mengklaim dirinya sebagai media online dengan visitors (pengunjung) sekitar 6 juta perhari… luar biasa.

Tapi “anehnya” Sumatra Barat yang jarang dilirik investor, maupun pelaku bisnis lainnya justru memiliki media online cukup banyak, melebihi daerah lainnya di Indonesia, termasuk kota besar lainnya. Sejumlah nama portal media lokal di Sumatra Barat mencuat ke permukaan, seperti antarasumbar.com, padang-today.com, padangmedia.com, padangkini.com, minangkita.com dan lain sebagainya. Bagaimana prospek investasi dari media online di Sumbar, berapa cost (biaya) untuk membuat portal media, bagaimana manajemen sebuah perusahaan portal media dan apa kiat – kiat / trik dalam memasarkan iklannya…

Dari data pengguna internet, khususnya pembaca media online, prospek investasi untuk bisnis ini cukup meragukan di Sumatra Barat karena belum ada data pasti tentang pengguna internet khususnya pembaca media online. Dari segi cost (biaya) yang dikeluarkan tentu bisnis ini juga memperhitungkan berapa gaji karyawan, biaya operasional, biaya internet, dan tetek bengek lainnya. Menyangkut manajemen perusahaan, bagaimana membuat sebuah aturan baku pengelolaan karyawan dan pengaturan liputan dan sebagainya.

Dilihat dari segi pemasang iklan, Sumatra Barat cukup “kering” pelaku bisnis. Jangankan yang online, yang gak online saja sudah cukup sulit dipasarkan (iklan koran, iklan TV, iklan radio dll). Saya cukup heran dengan portal media yang ada di Sumatra Barat ini. Bagaimana mereka mencari pendapatan dari bisnis media online ini. Atau mungkin saya yang tidak mengetahui trik – trik mereka dalam berbisnis media online ini? entahlah…

Tapi dari hal ini mungkin kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa Sumatra Barat telah lebih maju dibanding daerah lainnya dalam mengembangkan informasi berbasis teknologi (TI). Memang sangat diakui sekali, perubahan era informasi dimasa yang akan datang memang akan lebih mengarah ke informasi berbasis teknologi, dan tak diragukan lagi nantinya, apabila informasi berbasis teknologi informasi ini “BOOMING” dimasa yang akan datang, tentu pelaku bisnis media online di Sumatra Barat ini akan menikmati ke – eksisan mereka.

Dan cukup bersyukurlah para perantau yang memang dari media online ini sangat diuntungkan dalam mengetahui informasi mengenai kampung halaman mereka, karena masyarakat Sumatra Barat sebagian memang pada umumnya merantau dan tersebar di dalam ataupun luar negri.

Sep
16

Bener – bener deh… puasa hari ini begitu melelahkan. Baru tidur tadi pagi sekitar jam 6 an. eh ditelpon lagi sama sekred jam 9… disuruh cepat kekantor… mata masih pengen tidur lagi…

Nyampe di kantor, nyatanya urusannya yang mo disampein udah ok… walah… klo tau kayak gini mending tidur aja lagi dulu. Ya udah, lanjut ke pasar raya padang cari Kamera Digital Nikon DSLR D40x, lagi – lagi barangnya blom nyampe (tepat sekitar jam 12 an), trauma lewat pondok… ntar ditilang polisi brengsek lagi.

Lanjut… nyampe dikantor bentar langsung keluar lagi ke dinas… ngurus proyek… trus muter – muter nyari kantor yang cocok untuk kantor koran Sumbar Post dari khatib sampe balik lagi di kantor (cuaca panas banget). Habis tu langsung ke kantor… Blasssssss….. langsung nyemplung ke kasur busa sambil disejukkan kipas angin, baru kebangun jam 1/6 an…

Sep
15

Pagi ini rencananya mo beli kamera nikon 40x buat sebuah proyek di dinas XXXXX. Pas lagi muter di jalan Gereja (biasanya perboddennya gak ada…) saya langsung belok kanan (dari arah hotel Bumi Minang). Walah… disitu dah nunggu tu pada anjing orang (polisi gak tau diuntung, dah digaji masih makan duit mayarakat… gak tau orang bokek, orang susah, diembat aja… polisi brengsek!!!). Melayang gak ngapa – ngapa dah duit 49 ribu… (susah nyari duit segini lho… :( ).

Sumpah deh… bener… gua gak akan pernah NGE RELAIN tiap duit gue yang udah pernah diambil / ditilang polisi (klo buat negara sih gak pa-pa)… sampe mati. Moga duit-duit haram yang diambil polisi tu gak diberkati sama tuhan. Matinya Polisi kayak gitu semoga masuk majalah hidayah, dengan JUDUL DUBUR KELUAR BELATUNG, PERUT MEMBESAR MENJELANG AJAL, atau judul – judul beringas lainnya lah…

Gak enak juga sih bulan puasa ngumpat – ngumpat gini, pi yahhh… gimana lagi… bener – bener kesaaaal…

ya udah … capek.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.